Tampilkan postingan dengan label Museum Keraton. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Museum Keraton. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Desember 2016

Aisyafa Shafira (399770)




Kamis 3 November 2016, saya dan teman-teman saya sudah merencanakan untuk pergi ke museum setelah mata kuliah pertama berakhir. Setelah mata kuliah pertama itu berakhir, kami sarapan dikampus sambil menunggu beberapat teman. Sekitar jam 10 saya dan yang lainnya berangkat ke alun-alun, hari itu cuaca cukup panas. Setelah sampai di alun-alun kami parkir dan masuk kedalam, sebelum masuk ke dalam saya melihat banyak pedagang oleh-oleh, lalu kami membeli tiket seharaga Rp.6000 dan tiket untuk kamera seharga Rp.1000 .  Saya bertemu adik kelas saya disana, saya agak kaget karena bertemu dia. Kami tidak lansgung masukkarena masih menunggu raisma lebih dari 15 menit. Setelah raisma sampai, kami mulai memasuki museum. Berikut saya ceritakan 3 museum yang kemarin saya kunjungi.


1,      1.Museum Hamengkubuwana IX
Ruangan pertama yang kami masuki yaitu ruangan dengan dinding kaca, disana ada meja kerja sultan terdahulu dan sebuah meja dengan beberapa kursi yang ditaruh ditangah-tengah ruangan. Lalu kami melanjutkan masuk ke ruangan selanjutnya, disana dipajang pakaian-pakaian sultan, artikel-artikel lama, benda yang digunakan sehari hari dan ada juga alat alat dapur. Di ruangan terakhir ada potret sultan dalam lukisan yang berukuran sangat besar, dan ada beberapa pajangan hiasan.
Foto Sultan


Foto saya berdiri didepan meja


2. Museum Batik
Sesuai dengan namanya, museum batik ini berisi berbagai macam motif kain batik. Disini dipajang kain batik yang pernah maupun masih dipakai oleh sultan dan keluargnya, lengkap dengan penjelasan dan foto. Ada juga motif kain batik yang dipakai sebagai seragam abdi dalem di keraton.Tidak hanya berisi kain batik, namun juga ada setelan baju maupun atasan yang bermotif batik, yang juga dilengkapi dengan penjelasan. Kain batik yang dipajang dilindungi oleh plastik, mungkin agar tetap aman dan tidak kotor. Didekat museum batik ada juga museum yang memajang barbagai baarang antik milik sultan seperti guci, vas, dan jam antik. Yang paling saya ingat disana adalah jam yang angkanya dalam bahasa jawa.
Beberapa kain batik yang dipajang di museum batik.






Abdi Dalem yang bertugas di museum batik
 3. Museum Lukisan
    Ini museum yang terakhir kami kunjungi, berisi lukisan-lukisan sultan terdahulu beserta keluarganya. Ada foto keraton yang lama yang belum seperti sekrang. Ada juga silsilah-silsilah keluarga sultan. Disana saya sempat mendengarkan penjelasan mengenai silsilah sultan yang disampaikan oleh abdi dalem. Namun kekurangan disana yaitu ada beberapa lukisan yang pigura dan juga gambarnya sudah mulai rusak, mungkin karena keadaan disana agak lembab.
Abdi Dalem yang sedang menjelaskan silsilah Sultan
Beberapa Lukisan di Museum Lukisan
Saya sedang berdiri di bagian tengah Museum Lukisan


Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat :
Alamat: Jl. Rotowijayan Blok No. 1, Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
 

Minggu, 04 Desember 2016

Raisma Antyesti (399780)

Museum Kraton

Beberapa minggu yang lalu yaitu hari kamis, saya bersama teman teman saya pergi mengunjungi museum kraton. Teman teman saya yang rumahnya berada di utara sepakat untuk bertemu di bundaran UGM, saya yang rumahnya berada di selatan memutuskan untuk langsung menuju ke Kraton. Dikarenakan hobi saya yang suka menunda-nunda (ngaret), saya datang 30 menit setelah teman-teman saya sampai di Kraton.
Untuk masuk ke dalam museum Kraton saya harus membeli tiket, ketika membeli tiket saya ditanya oleh bapak bapak penjaga loket “ asalnya dari mana mbak?”. Mungkin untuk membedakan harga tiket antara turis mancanegara, luar kota, dan kota jogja sendiri.
Museum Kraton Yogyakarta merupakan museum yang menceritakan tentang sejarah berdirinya Kraton dan silsilah kerajaan Kraton Yogyakarta. Karena Kraton Yogyakarta cukup luas, di dalam Kraton Yogyakarta terdapat beberapa museum yang terbagi menjadi beberapa jenis yaitu:
a.    Museum alat masak
Museum ini berisikan peralatan masak yang dulu pernah digunakan oleh kerajaan kraton untuk memasak. Di sana kita dapat melihat bagaimana perkembangan peralatan masak yang sederhana hingga yang cukup modern. Terlihat corak dan bentuk yang unik pada beberapa peralatan masak terdahulu.




b.    Museum Sri Sultan Hamengkubuwono ke-9
Museum ini didirikan untuk mengenang jasa jasa Sri Sultan Hamengkubuwono ke-9 memperlihatkan barang barang yang pernah dipakai oleh sri sultan Hamengkubuwono ke-9, mulai dari peralatan kerja, piagam-piagam, pakaian, hingga peralatan makan yang pernah digunakan oleh beliau.

c.    Museum batik
Museum ini menyimpan berbagai motif kain batik yang digunakan dalam upacara kerajaan ataupun upacara keagamaan. Motif kain batik yang ditampilkan yaitu motif: parang, kawung, semen,grompol, dll. Disimpan dari masa Sri Sultan Hamengkubuwono VIII hingga Sri sultan Hamengkubuwono ke X. museum ini juga mengkoleksi berbagai peralatan membatik, bahan pembuatan batik, setrika, dan sepeda kuno.




Ajrina Nurin (394818)

Museum Keraton

Kamis, pagi menjelang siang, tepat tanggal 3 November 2016, kebetulan kami tidak ada kelas siang itu, jadi saya dan teman-teman mengambil kesempatan itu untuk pergi ke Museum Keraton yang terletak di Jl. Rotowijayan Blok No. 1, Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hari itu, mood saya sedang tidak baik dikarenakan sakit gigi dan membuat badan menjadi lemas ditambah dengan teriknya matahari. Jadi dengan mood seadanya, saya dan teman-teman berkumpul di dekat bunderan UGM untuk pergi bersama. Setelah berkumpul, kami langsung menuju Museum Keraton.

Dengan menempuh beberapa menit di perjalanan, kami sampai dan segera masuk ke Museum tersebut. Tentu saja untuk masuk kedalam, kami harus membayar. Setelah beres dengan semuanya, kami masuk ke Museum-nya. Didalam, tidak hanya terdapat satu museum, tetapi berbagai macam, yang saya kunjungi yaitu Museum Batik, Museum Alat Masak, Museum Pakaian Kerajaan, Museum Sri Sultan ke-9, Museum Gamelan, Museum Lukisan, dan Museum Kristal. Tepat sekali, saat kami menuju pintu masuk, ternyata saat itu akan ada pertunjukkan musik gamelan yang dimainkan oleh ibu-ibu dan bapak-bapak yang ada di Keraton tersebut. Sembari menunggu, kami memilih untuk berkeliling ke museum lainnya sebelum pertunjukkan musik dimulai.

1. Museum Lukisan

Museum Lukisan ini berisi lukisan-lukisan yang menceritakan tentang zaman kerajaan yang terdahulu, lukisan tersebut sangatlah rapi dan bagus dan sudah jelas itu adalah lukisan manual. Memang pertama kali saya melihatnya lumayan seram karena lukisan tersebut sangat nyata layaknya orang yang ada di lukisan tersebut seperti menatap kita. Lukisan ini juga banyak melukis keluarga-keluarga Sultan maupun Sultan-nya sendiri. Semua lukisan di museum tersebut tidak diizinkan untuk disentuh.





2. Museum Alat Masak

Museum ini berisikan alat-alat zaman kerajaan yang terdahulu yang digunakan untuk memasak. Sangat jauh berbeda dengan alat masak yang ada di zaman sekarang, karena dahulu sangatlah tradisional. Disana juga terdapat sampel bumbu-bumbu masak yang dipakai saat zaman kerajaan, dan ternyata AJINOMOTO pun sudah dipakai di zaman tersebut.


3. Museum Gamelan

Terlihat jelas dari nama museum tersebut, ya, museum ini berisi alat musik zaman dahulu yaitu Gamelan. Alat musik ini sangat tradisional, cara memainkannya dengan cara di memukul/menabuh dengan alat nya. Semua barang yang ada di museum ini tidak boleh disentuh demi menjaga kelestariannya.




Mata saya tidak lepas dari indahnya sejarah-sejarah terdahulu dan berbagai barang-barang antik yang masih ada sampai sekarang, rasa takjub serta penasaran yang ada di diri saya selalu muncul disaat-saat seperti ini. Dengan modal kamera handphone, saya abadikan sesuatu yang menarik, tapi sangat disayangkan memori handphone saya penuh. Alhasil yaa menumpang handphone teman.

Disetiap museum terdapat bapak-bapak atau yang biasa disebut “abdi dalem” di keraton tersebut. Merekalah yang menjaga segala sesuatu yang ada di dalam museum tersebut. Mereka juga yang mengingatkan kami untuk tidak menyentuh suatu barang yang tidak boleh disentuh, dan segala aturan yang ada di museum keraton ini. Mereka sungguh ramah dan selalu berpakaian rapi lengkap dengan blangkonnya. Rata-rata abdi dalem tidak menggunakan alas kaki untuk beraktivitas.

Karena panasnya cuaca dan teriknya matahari, kami memutuskan untuk duduk-duduk dulu sembari menunggu petunjukkan gamelan yang berlangsung di hall keraton. Selama kami duduk, kami selalu mendengar turis-turis berbicara dan setiap ada kata yang familiar yaitu kata-kata dalam Bahasa prancis, kami langsung excited terhadapnya. Mengisi hiburan disaat kami kelelahan.

Satu abdi dalem memberi kami perintah untuk segera masuk ke hall bagi yang ingin melihat pertunjukkan gamelan, karena mood saya kurang bagus, jadi saya hanya melihat sekilas saja dan duduk sambil menonton saja. Dan, sekiranya kami suda puas mengelilingi museum yang ada di keraton ini, jadi kami memutuskan untuk pulang! Karena lapar, alhasil kami mampir untuk makan.



Inilah sedikit foto-foto yang ada di Museum Keraton















Kraton Yogyakarta (buka 09.00 – 14.00)
Harga Ticket Masuk
  • Lokal : Rp. 7.000
  • Asing: 12.500 
  • Tiket Camera : Rp. 1.000,-
  • Guide Tipping Rp 30.000,-